Tampilkan postingan dengan label Lirik Penyayat Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lirik Penyayat Hati. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2012

Kasih Tak Sampai






Padi


Indah, terasa indah
Bila kita terbuai dalam alunan cinta
Sedapat mungkin terciptakan rasa
Keinginan saling memiliki



 

Namun bila itu semua
Dapat terwujud dalam satu ikatan cinta
Tak semudah seperti yang pernah terbayang
Menyatukan perasaan kita







Tetaplah menjadi bintang di langit
Agar cinta kita akan abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
Agar menjadi saksi cinta kita berdua, berdua


Sudah, terlambat sudah
Ini semua harus berakhir
Mungkin inilah jalan yang terbaik
Dan kita mesti relakan kenyataan ini


Tetaplah menjadi bintang di langit
Agar cinta kita akan abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
Agar menjadi saksi cinta kita berdua, berdua

Butiran Debu






Rumor


Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa untuk selamanya
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa sepanjang usia

Hingga tiba saatnya aku pun melihat
Cintaku yang khianat, cintaku berkhianat


 

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu





Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa untuk selamanya
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa sepanjang usia


Hingga tiba saatnya aku pun melihat
Cintaku yang khianat, cintaku berkhianat ooh

Menepi menepilah menjauh
Semua yang terjadi di antara kita ooh


Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu

(aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan) dalam luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu

Aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu

Separuh Aku

 Noah


Dan terjadi lagi kisah lama yang terulang kembali
Kau terluka lagi dari cinta rumit yang kau jalani
Aku ingin kau merasa kamu mengerti aku mengerti kamu
Aku ingin kau sadari cintamu bukanlah dia




Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku dirimu






Ku ada di sini, pahamilah kau tak pernah sendiri
Karena aku selalu di dekatmu saat engkau terjatuh
Aku ingin kau merasa kamu mengerti aku mengerti kamu
Aku ingin kau pahami cintamu bukanlah dia


Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku dirimu
Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku, menyentuh laramu
Semua lukamu telah menjadi milikku
Karena separuh aku dirimu

Kau Masih Kekasihku

Naff


Jauh di lubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh di dasar jiwaku
Engkau masih kekasihku




Tak bisa ku tahan laju angin
Untuk semua kenangan yang berlalu
Hembuskan sepi
Merobek hati




Meski raga ini tak lagi milikmu
Namun di dalam hatiku sungguh engkau hidup
Entah sampai kapan
Ku tahankan rasa cinta ini





Jauh di lubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh di dasar jiwaku
Engkau masih kekasihku


Dan ku berharap semua ini
Bukan kekeliruan seperti yang kukira
Seumur hidupku
Akan menjadi doa untukmu


Jauh di lubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh di dasar jiwaku
Engkau masih kekasihku


Andai saja waktu bisa terulang kembali
Akan kuserahkan hidupku di sisimu
Namun ku tahu itu takkan mungkin terjadi
Rasa ini menyiksaku
Sungguh sungguh menyiksaku


Jauh di lubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh di dasar jiwaku
Engkau masih kekasihku

Ketika Semuanya Harus Berakhir

 Naff


ketika semuanya harus berakhir
ketika peluhku tak lagi berarti


kau memilih tuk akhiri
kisah ini
kau hempaskan aku
tak berdaya


telah ku berikan
yang mau ku beri
namun tak jua puaskah
hatimu




kau memilih tuk akhiri
kisah ini
kau hempaskan aku
tak berdaya





aku takkan pernah
jadi sempurna
seperti yang kau pinta
aku takkan bisa
meski tlah kucoba

Terendap Laraku

 Naff

resah jiwaku menepi
mengingat semua yg terlewati
saat kau masih ada disisi
mendekapku dalam hangatnya cintamu


lambat sang waktu berganti
endapkan laraku disini
coba tuk lupakan bayangan dirimu
yang selalu saja memaksa tuk merindumu







sekian lama aku mencoba
menepikan diriku diredupnya hatiku
letih menahan perih yang kurasakan
walau ku tahu ku masih mendambamu







lambat sang waktu berganti
endapkan laraku disini
coba tuk lupakan bayangan dirimu
yang selalu saja memaksa tuk merindumu


sekian lama aku mencoba
menepikan diriku diredupnya hatiku
letih menahan perih yang kurasakan
walau ku tahu ku masih mendambamu


lihatlah aku disini
melawan getirnya takdirku sendiri
tanpamu
aku lemah dan tiada berarti


sekian lama aku mencoba
menepikan diriku diredupnya hatiku
letih menahan perih yang kurasakan
walau ku tahu ku masih mendambamu

Tak Pernah Padam

Sandhy Sondoro  
Senyumanmu masih jelas terkenang
Hadir selalu seakan tak mau hilang dariku ooho dariku

Takkan mudah ku bisa melupakan
Segalanya yang telah terjadi
Di antara kau dan aku,
Di antara kita berdua



Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku

Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam,
Tak pernah padam





Takkan mudah ku bisa melupakan
Segalanya yang telah terjadi
Di antara kau dan aku, di antara kita berdua


Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam
Api cintaku padamu wooo ooo yeah



Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam, tak pernah padam

Kamis, 18 Oktober 2012

Yang Terdalam




Peterpan



Ku Lepas semua yang ku inginkan…
Tak akan ku ulangi…
Maafkan jika kau kau kusayangi…
Dan bila ku menanti…




Pernahkah engkau coba mengerti…
Lihatlah ku disini…
Mungkin kah jika aku bermimpi…
Salahkah tuk menanti…




Takkan lelah aku menanti…
Takkan hilang cintaku ini…
Hingga saat kau tak kembali…
Kan ku pendam dihati saja…


Kau telah tinggalkan hati yang terdalam…
Hingga tiada cinta yang tersisa dijiwa…

Puaskah


Wali


Puaskah kau lukaiku…
Puaskah kau sakitiku…
Puaskah khianatiku…
Puaskah ooo sayangku…


Dimanakah nuranimu…
Dimana akal sehatmu …
Setelah kau campakkanku …
Setelah kau depak aku…




Mungkin hanya bila ku mati …
Kau kan berhenti tuk menyakiti…
Sampai kapan aku begini …
Terus begini terus engkau lukai…


Ingatkah saat yang lalu …
Saat kau peluk diriku …
Tapi kini semua layu …
Kau tega khianatiku…





Mungkin hanya bila ku mati …
Kau kan berhenti tuk menyakiti…
Sampai kapan aku begini …
Terus begini terus engkau lukai…




Mungkin hanya bila ku mati …
Kau kan berhenti tuk menyakiti…
Sampai kapan aku begini …
Terus begini terus engkau lukai…